Ternyata, Kerawang yang dimaksud itu berasal dari kata Karawo yang artinya sulaman dengan tangan. Kerajinan ini sudah berkembang sejak lama dan kini sudah menjadi sentra kerajinan khas Gorontalo. Bahkan sulaman kain kerawang kerap dijadikan baju seragam para jemaah haji dari Gorontalo.
Proses membuat sulaman kain Kerawang cukup rumit. Terlebih dulu membuat desain sulaman di kertas milimeter blok. Kernudian kain dipotong sesuai ukuran. Lapisan kain dibuka benang-benangnya untuk ruang sulaman. Ukurannya sesuai jenis kain yang dipakai dan besar motifnya. Setelah itu kain langsung disulam.
Sulaman berbagai bentuk diburat dengan menggunakan alat pamedangan, silet, gunting, dan benang bermacam warna. Motif sulaman bermacam, terutama aneka bunga dan hewan seperti tulip, mawar, dan kupu-kupu. Ada juga motif lambang perusahaan sesuai pesanan konsumen.
Sehelai sulaman kain Kerawang rampung selama satu minggu hingga satu bulan bahkan lebih. Lama pengerjaan sesuai dengan jenis kain, benang dan motifnya. Kain berkualitas terbaik dengan menggunakan benang emas dan motif yang rumit, memerlukan waktu lebih lama. Harganya juga sangat bervariasi. Untuk kain dan baju perempuan mulai Rp 125.000 sampai Rp 250.000,- terutama yang menggunakan benang emas.
Sedangkan untuk baju pria terdiri dari jas wool seharga Rp. 1.500.000, jas biasa Rp. 500.000, dan kemeja antara Rp 150.000-sampai Rp 175.000.
Selain sulaman kain dan baju, dihasilkan pula berbagai macam barang yang dihiasi sulaman kain Kerawang, seperti tas, sapu tangan, dasi, kopiah, taplak meja, sprei, tatakan gelas, topi bahan rotan, mukena, dan kipas. Wah, semuanya bisa jadi oleh-oleh menarik sepulang dari Gorontal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar